-
ICE CREAM ATTCAK - Seharusnya
ga tau knapa pas pertama liat video ini langsung suka banget sama ini lagu, apalagi suara si vokalis cewenya mantep abis …
lyric :
Pernah kah kau rasakan, cinta abadi
Tulus untuk hatimu, tak kan ragu
Ku dapati cintamu, dalam keras hatimu
Tak kan pernah ku ragu, milikimu
Kau yang ku damba seharusnya ku taklukan
Tapi mengapa kau tinggalkan aku
ku warnai harimu, dengan canda tawaku
mencintai harimu, itu yang ku mau
Kau yang ku damba seharusnya, Ku taklukan
Tapi mengapa, kau tinggalkan aku (2x)
Kau ku harapkan, untuk kembali (untuk kembali)
kau seharusnya tetap disini (tetap disini)
kau seharsunya
kau seharusnya tetap disini
seharusnya ku taklukan, tapi mengapa, kau tinggalkan aku
ku damba seharusnya ku taklukan, tapi mengapa kau tinggalkan aku
kau yang ku damba seharusnya ku taklukan
tapi mengapa kau tinggalkan aku
improve;
-
"I start to forget you but then someone says your name or something smells like you or someone has your smile and I lose all progress"
@RealTalk
love
move on
-
"Once I wanted to ask you to come back, but then I realized, you never left me. You always stay, in my heart."
@OmAbdi
love
-
"Engkaulah yang ada di semesta sajak-sajakku, sebagai susunan mesra kata-kata, yang tak pernah dituliskan siapapun."
@harian_siboy
Sajak Cinta
-
"Aku suka senyummu. Melihatnya dan membayangkannya. Bagiku sama indahnya."
@monstreza
Senyum
-
"Smiles and laughter are always good, but never forget your poker face."
Kaitou Kid
Kaito Kid
quotes
Smile
Poker Face
-
(via 13th-roses)
-
"Oh, gentle feelings, soft sounds, the goodness and the gradual stilling of a soul that has been moved; the melting happiness of the first tender, touching joys of love- where are you?"
Ivan Turgenev
Ivan Turgenev
quotes
love
-
NGAKU DEH. LO JUGA KAN?
dari funkthurrahman
-
Peracik Kata
- Ini adalah percakapan @zarryhendrik dan @rahneputri tanggal 31 Januari sekitar pukul 8 malam. Pembicaraan mengenai hal kecil,namun dirangkai dalam kata-kata bermakna besar. I really like both of your writing.
- Z: Koe orang tau kenapa twit gua suke nongol dua kali??!
- R: Karena sekali kamu itu ga cukup
- Z: Jangan suka ngeledek. Sekali lagi kamu ngeledek, kubuat puisi berjudul Rahne. dan ditulis dengan huruf besar semua. :|
- R: Kok ngeledek? Itu pujian. Ah mata kamu udah kebanyakan debu, tulisanku suka ga disaring dulu sebelum ditelan kepalamu.
- Z: Baiklah, aku minta maaf. Berilah maaf saja. Jangan memberi hati sekaligus. Aku takut kamu sakit, nanti bisa banyak yang jenguk.
- R: Kamu minta maaf, aku minta kamu. Gimana? *siap-siap dicubit dari 8 arah mata angin*
- Z: Mintalah aku kepada Tuhan, sebab Ia yang memilikiku.
- R: Kata Tuhan, kamu ada di tangannya. Kata orang-orang, jodoh di tangan Tuhan. Aku ingin membuat tali simpul di kedua kalimat tadi.
- Z: Aku sadar aku pernah salah dan mungkin masih, tetapi mungkin kamu tidak sadar, kamu pemaaf yang aku cari.
- R: Udah udah ada banyak mata yang menangkap kita berdua, nanti kita susah keluar dari kepala mereka. :p
- Z: Baik, ini terakhir. Aku cuma mau bilang, sampai sekarang aku belum mendapat jawaban mengapa kamu tak punya sayap. Bye.
- R: Btw, sayapku tersimpan rapi, akan kupakai nanti, sabar, aku baru terjatuh.
- Z: Kamu tidak usah terbang. Berjalan saja, biar aku jadi lantainya.
- R: Kalau kamu jadi lantai, jangankan menginjak, berjalan jinjit pun aku tak mau. Kalo aku berjalan, iringilah aku. Sehasta bahumu.
- Z: Aku hanya ingin sekali menjadi lantai. Biar aku dapat mencium lututmu yang bertelut sebut namaku kepada Dia.
- R: Aku bersujud. kamu berlutut. Doa kita sedang berada di lintasan. Jika tidak bertemu, terima kasih sudah pernah menyebut namaku.
- Z: Bahkan aku tidak menyebut namamu saja, aku memahatnya dalam hati, dengan tatapan diam yang paling tajam.
- R: Jika namaku terpahat, maka bayanganmu terukir di bias mata. Biar Tuhan yang melukis kita, entah di kanvas yang sama atau tidak.
- Z: Itulah mengapa aku merasa beruntung. Aku dapat melihat, lukisan Tuhan, dan itu kamu, pelukis kata. :)
- R: Dilihat olehmu adalah keberuntungan yang paling manis. Aku ingin berlari ke mimpimu dan diam sejenak di situ.
- Z: Dan matamu adalah penerang dalam menulis, sehingga kata-kataku dapat berjalan ke segala pelosok kepala. :)
- R: Aku heran belum ada rasi bintang dengan sebutan namamu. Rasa-rasanya pantas, karena kamu penerang dalam langit kata-kataku.
- Z: Berapa banyak pasir di laut, Ne? Sebanyak itu aku ingin kamu tersenyum.
- R: Sekeras apa angin di musim ini? Aku ingin mereka menghempaskanku sekarang dan melengkungkan pelangi memancing tawamu.
- Z: Haha, dasar pintar. Segala alam kau libatkan hanya untuk buat orang sedebu aku tersenyum tulus. Thanks. Kudoakan dietmu sukses.
- R: Debu seharga intan. Jika dietku sukses, pasti tidak sekurus sedotan sepertimu. Jaga suara, ada banyak telinga siap menyantapmu.







